Pages

Sabtu, 23 Februari 2013

BAB III

H.    Desain Penelitian
“Desain penelitian adalah rancangan, pedoman, ataupun acuan penelitian yang akan dilaksanakan.”[1]Desain penelitian memaparkan strategi dalam mengatur  penelitian agar peneliti memperoleh data yang valid sesuai dengan karakteristik variabel dan tujuan penelitian.”[2] Sehingga dengan adanya desain yang baik, peneliti maupun orang lain yang berkepentingan mempunya gambaran tentang bagaimana keterkaitan anatar variable yang ada dalam konteks penelitian dan apa yang hendak dilakukan peneliti dalam melaksanakan penelitian. 

BAB II

KAJIAN PUSTAKA.
Deskripsi Teoritis.
D.    Pengertian Minat Belajar Siswa
Tingkat pencapaian kompetensi dasar sangat ditentukan oleh minat siswa terhadap mata pelajaran. Siswa yang memiliki minat dapat diharapkan akan mencapai prestasi belajar yang optimal. Minat siswa mempelajari materi pembelajaran secara umum, berbeda-beda anatara satu dengan yang lainnya. Karena suatu materi pembelajaran itu pada umumnya dipelajari secara bersamaan, yang berarti tidak didasarkan atas minat masing-masing individu. Hal ini sejalan dengan faktor psikologis. “Setiap manusia atau anak didik pada dasarnya memiliki kondisi psikologis yang berbeda-beda, tentunya perbedaan-perbedaan ini berpengaruh pada proses dan hasil belajarnya masing-masing”.[1] Salah satu faktor psikologis setiap manusia adalah minat.

BAB I


STUDI KOMPARASI MINAT BELAJAR MAHASISWA JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA PADA PRAKTIKUM SOFTWARE MATLAB DENGAN SOFTWARE APLIKASI MAPLE DI IAIN MATARAM TAHUN AKADEMIK 2012/2013”.

A.    Latar Belakang
“Masyarakat Indonesia dan dunia pada umumnya saat ini memasuki era perubahan sosial yang kritis. Tidak seperti perubahan- perubahan manusia pada saat lalu yang bergerak secara evolusioner. Dinamika perubahahan masyarkat yang memasuki era globalisasi saat ini berlangsung relatif sangat lebih capat dan secara utuh sangat lebih tinggi”.[1] Seperti institusi dan anggota masyarakat lainnya. Universitas pada khususnya dan pendidikan tinggi pada umumnya harus senantiasa menilai dan menata diri menghadapi pergeseran penataan sosial yang semakin rumit. Hal ini menjadi tidak mudah ketika desakan untuk larut dalam perubahan begitu kuat, serba cepat, dan menyita sebagian besar waktu dan perhatian. 

Minggu, 27 Mei 2012

Perdarahan Post Partum


BAB I
LANDASAN TEORI
A.    HEMORARGI POST PARTUM
1.      Definisi
Perdarahan Post Partum adalah perdarahan 500 cc atau lebih setelah kala III selesai (setelah placenta lahir). Pengukuran darah yang keluar sukar untuk dilakukan secara tepat.  
2.      Angka Kejadian
Di RSUD Dr. Soetomo selama 2 tahun (1984 – 1985) di dapatkan 439 penderita dengan perdarahan Post Partum. Angka kejadian 5,2 % dari persalinan mencakup 0,4 – 10 % kejadian perdarahan Post Partum.  
3.      Jenis-jenis perdarahan Post Partum
a)      Perdarahan Post Partum dini bila perdarahan terjadi dalam 24 jam pertama.
b)      Perdarahan Post Partum lambat bila perdarahan terjadi setelah 24 jam pertama.
·         Etiologi Perdarahan Post Partum dini

Tetralogi of Fallot


A.      Pengertian
Tetralogi of Fallot adalah kelainan jantung congenital dengan 4 kelainan anatomis :
1.    VSD (ventrikel septal defek)
2.    PS (Pulmoner Stenosis)/ stenosis infundibular
3.    Overiding Aorta
4.    RVF (right ventrikel hypertrofi)
 
B.       Etiologi
Oleh  beberapa factor :
1.    Infeksi pada trimester I kehamilan oleh rubella, influenza, chicken pox (cacar air)
2.    Ibu yang menderita DM tergantung insulin.
3.    Radiasi
4.    Gizi ibu yang jelek.
5.    Kecanduan obat dan alcohol.
6.    Factor genetik

PNEUMONIA


ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN PNEUMONIA
____________________________________
____________________________


1.     KONSEP DASAR

A.    Pengertian
Pneumonia adalah suatu radang dari parenkim paru dengan eksudasi dan konsolidasi yang disebabkan oleh mikroorganisme ( Suparman, Ilmu Penyakit Dalam II, hal 695).

B.     Etiologi
Ada beberapa penyebab yang dapat menimbulkan Pneumonia antara lain :
a.       Bakteri
Misalnya diplokokus pneumoni, stapilokokus pneumoni dan streptokokus
b.      Virus
Misalnya virus influensza, para influenza dan adeno virus
c.       Fungus
Misalnya fungus histoplasma, capsulation, coccidicedes dan kandida kriptokokus
d.      Penyebab aspirasi
Misalnya aspirasi isi lambung dan zat-zat lain seperti minyak tanah


KONSEP DASAR SOLUSIO PLASENTA


A.      PENGERTIAN
Solusio plasenta adalah terlepasnya plasenta yang letaknya normal pada korpus uteri sebelum janin lahir pada kehamilan di atas 22 minggu.

B.       KLASIFIKASI
Secara klinis Solusio plasenta dibagi dalam :
§  Solusio plsenta ringan
§  Solusio plasenta sedang
§  Solusio plasenta berat

C.      ETIOLOGI
Etiologi Solusio plasenta belum diketahui dengan jelas, walaupun beberapa keadaan tertentu dapat menyertainya. Adapun factor predisposisinya antara lain :
§  Usia ibu > 35 tahun
§  Grande multipara
§  Pre eklampsia
§  Hipertensi menahun
§  Trauma abdomen
§  Tali pusat pendek
§  Defisiensi asam folat
§  Dekompensasi uterus mendadak