Pages

Sabtu, 26 Mei 2012

ANEMIA


ANEMIA adalah istilah yang digunakan pada keadaan penurunan konsentrasi haemoglobin dalam darah sampai kadar (untuk wanita hamil) di bawah 11 gr% atau keadaan kurang 10,5% pada trimester II (ANEMIA adalah suatu penyakit dimana kadar Haemoglobin (Hb) dibawah normal).
ANEMIA Gizi adalah kekurangan kadar haemoglobin (Hb) dalam darah yang disebabkan karena kekurangan zat gizi yang diperlukan untuk pembentukan Hb tersebut. Di Indonesia sebagian besar ANEMIA ini disebabkan karena kekurangan zat besi (Fe) hingga disebut ANEMIA Kekurangan Zat Besi atau ANEMIA Gizi Besi. Pada penderita ANEMIA, lebih sering disebut kurang darah, kadar sel darah merah (haemoglobin atau Hb) di bawah nilai normal. Penyebab bisa karena kurangnya zat gizi untuk pembentukan darah,misalnya zat besi, asam folat, dan vitamin B 12. Tetapi yang sering terjadi adalah ANEMIA karena kekurangan zat besi.
Proses kekurangan zat besi sampai menjadi ANEMIA melalui beberapa tahap. Awalnya, terjadi penurunan simpanan cadangan zat besi. Bila belum juga dipenuhi dengan masukan zat besi, lama kelamaam timbul gejala ANEMIA disertai penurunan Hb.
Gejala awal ANEMIA zat besi berupa badan lemah, lelah, kurang energi, kurang nafsu makan, daya konsentrasi menurun, sakit kepala, mudah terinfeksi penyakit, stamina tubuh menurun, dan pandangan berkunang-kunang terutama bila bangkit dari duduk. Selain itu, wajah, selaput lendir, kelopak mata, bibir, dan kuku penderita tampak pucat. Kalau ANEMIA sangat berat, dapat berakibat penderita sesak nafas,bahkan lemah jantung.

         I.       PENYEBAB

1.      Sebagian besar ANEMIA di Indonesia disebabkan oleh kekurangan zat besi.
2.      Zat besi adalah salah satu unsur gizi merupakan komponen pembentuk Hb atau sel darah merah. Oleh karena itu disebut ANEMIA Gizi Besi ”
3.      Amenia Gizi Besi dapat terjadi karena :
a.    Kandungan zat besi dari makanan yang dikonsumsi tidak mencukupi kebutuhan.
-       Makanan yang kaya akan kandungan zat besi adalah : makanan yang berasal dari hewani ( seperti ikan, daging, hati, ayam).
-       Makanan nabati (dari tumbuh-tumbuhan) misalnya sayuran hijau tua, yang walaupun kaya akan zat besi, namun hanya sedikit yang bisa diserap dengan baik oleh usus. 
b.   Meningkatnya kebutuhan tubuh akan zat besi
-       Pada masa pertumbuhan seperti anak-anak dan remaja, kebutuhan tubuh akan zat besi meningkat tajam.
-       Pada masa kebutuhan zat besi meningkat karena zat besi diperlukan untuk pertumbuhan janin serta untuk kebutuhan ibu sendiri.
-       Pada penderita penyakit menahun seperti TBC.
c.    Meningkatnya pengeluaran zat besi dari tubuh.
-       Kecacingan (terutama cacing tambang). Infeksi cacing tambang menyebabkan perdarahan pada dinding usus, meskipun sedikit tetapi terjadi terus menerus yang mengakibatkan hilangnya darah atau zat besi.
-       Malaria pada penderita ANEMIA Gizi Besi, dapat memperberat keadaan ANEMIAnya.
-       Kehilangan darah pada waktu haid berarti mengeluarkan zat besi yang ada dalam darah. 




      II.       TANDA-TANDA DAN AKIBAT ANEMIA
Pemeriksaan keadaan Hb dan darah tepi akan memberikan kesan pertama. Pemeriksaan Hb dengan spektrofometri merupakan standar, kesulitan ialah alat ini hanya tersedia di kota besar.
Di Indoensia penyakit kronik seperti malaria dan TBC masih sering relatif dijumpai sehingga pemeriksaan khusus darah tepi dan sputum perlu dilakukan. Selanjutnya pemeriksaan khusus untuk membedakan dengan depensiasi asam folat dan thalasemia juga dapat memungkinkan.
1.    Tanda-tanda ANEMIA :
LESU, LEMAH, LETIH, LELAH, LALAI (5 L)
Sering mengeluh pusing dan mata berkunang-kunang (terutama bila mendadak berdiri sehabis duduk atau berbaring), pingsan.
Gejala lebih lanjut adalah kelopak mata, bibir, lidah, kulit dan telapak tangan menjadi pucat, nafas pendek-pendek, jantung berdenyut dengan cepat.
2.    Akibat ANEMIA pada Ibu hamil :
-       Menimbulkan perdarahan sebelum atau saat persalinan
-       Meningkatkan resiko melahirkan Bayi dengan Berat Lahir Rendah atau BBLR (< 2,5 kg).
-       Pada ANEMIA berat, bahkan menyebabkan kematian ibu dan/atau bayinya.   

   III.       DIAGNOSIS
Pemeriksaan keadaan Hb dan darah tepi akan memberikan kesan pertama. Pemeriksaan Hb dengan spektrofometri merupakan standar, kesulitan ialah alat ini hanya tersedia di kota besar.
Di Indoensia penyakit kronik seperti malaria dan TBC masih sering relatif dijumpai sehingga pemeriksaan khusus darah tepi dan sputum perlu dilakukan. Selanjutnya pemeriksaan khusus untuk membedakan dengan depensiasi asam folat dan thalasemia juga dapat memungkinkan.


   IV.       CARA MENCEGAH  DAN MENGOBATI ANEMIA
1.    Meningkatkan Konsumsi Makanan Bergizi
Makan makanan yang banyak mengandung zat besi dari bahan makanan hewani (daging, ikan, ayam, hati, telur) dan bahan makanan nabati (sayuran berwarna hijau tua, kacang-kacangan, tempe).
Makan sayur-sayuran dan buah-buahan yang banyak mengandung vitamin C (daun katuk, daun singkong, bayam, jambu, tomat, jeruk dan nanas) sangat bermanfaat untuk meningkatkan penyerapan zat besi dalam usus.
2.    Menambah pemasukan zat besi ke dalam tubuh dengan minum Tablet Tambah Darah (TTD).
3.    Mengobati penyakit yang menyebabkan atau memperberat ANEMIA seperti : kecacingan, malaria dan penyakit TBC.




      V.       TABLET TAMBAH DARAH (TTD)
Apakah Tablet Tambah Darah itu ?
Tablet tambah darah adalah tablet besi folat yang setiap tablet mengandung 200 mg Ferro Sulfat atau 60 mg zat besi dan 0,25 mg asam folat.
Wanita yang mengalami hamil, menyusui, sehingga zat besinya sangat tinggi yang perlu dipersiapkan sedini mungkin semenjak remaja.

Apa yang harus diperhatikan tentang Tablet Tambah Darah ?
Minumlah Tablet Tambah Darah dengan air putih, jangan minum dengan teh, susu atau kopi karena dapat menurunkan penyerapan zat besi dalam tubuh sehingga manfaatnya menjadi berkurang.
Kadang-kadang dapat terjadi gejala ringan yang tidak membahayakan seperti perut terasa tidak enak, mual-mual, susah buang air besar dan tinja berwarna hitam.
Untuk mengurangi gejala sampingan, minumlah TTD setelah makan malam, menjelang tidur. Akan lebih baik bila setelah minum TTD disertai makan buah-buahan seperti : pisang, pepaya, jeruk, dan lain-lain. 
Tablet Tambah Darah tidak menyebabkan tekanan darah tinggi atau kebanyakan darah.

ANEMIA adalah masalah kesehatan dengan prevalensi tertinggi pada wanita hamil. Prevalensi ANEMIA pada ibu hamil di Indonesia adalah 70% atau 7 dari 10 wanita hamil menderita ANEMIA. Pada trimester pertama kehamilan. Zat besi yang dibutuhkan sedikit karena tidak terjadi menstruasi dan pertumbuhan janin masih lambat. Menginjak trimester kedua hingga ketiga, volume darah dalam tubuh wanita akan meningkat sampai 35%,ini ekuivalen dengan 450 mg zat besi untuk memproduksi sel-sel darah merah. Sel darah merah harus mengangkut oksigen lebih banyak untuk janin. Sedangkan saat melahirkan, wanita hamil butuh zat besi sekitar 40 mg per hari atau dua kali lipat kebutuhan kondisi tidak hamil.

Pada banyak wanita hamil, ANEMIA gizi besi disebabkan oleh konsumsi makanan yang tidak memenuhi syarat gizi dan kebutuhan yang meningkat. Selain itu, kehamilan berulang dalam waktu singkat. Cadangan zat besi ibu yang belum pulih akhirnya terkuras untuk keperluan janin yang dikandung berikutnya.   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar