Pages

Sabtu, 19 Mei 2012

TEAMS GAMES TOURNAMENTS (TGT)


A.    PENGERTIAN TEAMS GAMES TOURNAMENTS

Teams Games Turnament (TGT) merupakan jenis pembelajaran yang berkaitan dengan STAD (Student-Teamss-Achivement-Division) dimana dalam pembelajaran ini siswa belajar dalam kelompok-kelompok kecil yang beranggotakan 4-5 orang yang mempunyai kemampuan dan latar belakang yang berbeda untuk mencapai ketuntasan belajar. Dalam Teams Games Turnament (TGT) siswa memainkan permainan dengan anggota teams lain untuk memperoleh tambahan poin pada skor teams mereka. Permainan disusun dari pernyataan-pernyataan yang relevan dengan pelajaran yang dirancang untuk  mengetes pengetahuan yang diperoleh siswa dari penyampaian pelajaran di kelas dan kegiatan-kegiatan kelompok. Permainan itu dimainkan pada meja-meja turnamen. Setiap meja turnamen dapat diisi oleh wakil-wakil kelompok yang berbeda namun yang  memiliki kemampuan yang setara.
TGT merupakan salah satu tipe pembelajaran koopratif yaitu pertandingan permaianan tim, siswa memainkan permainan dengan anggota-anggota tim lain untuk memperoleh tambahan poin pada skor tim mereka. Permaianan disusun atas pertanyaan-pertanyaan yang relevan dengan pelajaran yang dirancang untuk mengetahui pengetahuan yang diperoleh siswa dari penyampaian pelajaran di kelas dan kegiatan-kegiatan kelompok. Permaian itu dimainkan pada meja-meja turnamen dapat diisi oleh wakil-wakil kelompok yang berbeda, namun yang memiliki kemampuan setara. Permaian itu berupa pertanyaan yang ditulis pada kartu-kartu yang diberi angka. Tiap-tiap siswa akan mengambil sebuah kartu yang diberi angka dan berusaha untuk menjawab pertanyaan yang sesuai dengan angka tersebut. Turnamen ini memungkinkan bagi tim untuk menambah skor kelompoknya bila mereka berusaha dengan maksimal. Turnamen ini dapat berperan sebagai review materi pelajaran.
Menurut slavin (buku Etin Solehatin dan Raharjo)[1], dalam model pembelajaran tipe ini setelah siswa belajar dan bekerja secara koopratif, siswa diajak dalam suatu permainan akademik yang disebut dengan Teams games tournaments. Pada permainan ini, yang dilakuakn pertama kali adalah menempatkan siswa-siswa sebagai peserta tournament dalam meja-meja turnamen. Siswa-siswa tersebut mewakili kelompoknya masing-masing. Tiap meja tournament ditempati oleh empat atau lima orang peserta, dengan pedoman bahwa diusahakan agar tidak ada peserta berasal dari kelompok yang sama.
Permainan itu berupa pertanyaan-pertanyaan yang ditulis pada kartu-kartu yang diberi angka. Tiap-tiap siswa akan mengambil sebuah kartu yang diberi angka dan berusaha menjawab pertanyaan yang sesuai dengan angka tersebut. Turnamen ini memungkinkan bagi siswa dari semua tingkat untuk menyumbangkan dengan maksimal bagi skor-skor kelompoknya agar mereka berusaha dengan maksimal. Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Turnament (TGT) dilaksanakan dalam beberapa tahap seperti :
1.         Tahap Persiapan
Pada tahap ini materi model pembelajarn kooperatif Teams Games Turnament (TGT) dirancang sedemikian rupa untuk pembelajaran secara kelompok. Sebelum menyajikan materi pembelajaran dibuat lembar kegiatan dan lembar jawaban yang dipelajari oleh siswa-siswa dalam kelompok-kelompok.
2.         Menetapkan siswa dalam kelompok-kelompok kooperatif
Kelompok-kelompok dalam kooperatif model TGT beranggotakan 4 sampai dengan 5 orang yang terdiri dari siswa pandai, sedang dan kurang. Selain itu guru juga mempertimbangkan kriteria heterogensinya. Beberapa petunjuk dalam menentukan kelompok-kelompok kooperatif seperti berikut ini: 
a.         Merangking siswa
b.        Menentukan jumlah kelompok
c.         Membagi siswa dalam kelompok
d.        Menyiapkan siswa untuk belajar kooperatif
e.         Jadwal kegiatan
Kegiatan pembelajaran kooperatif terdiri dari 5 tahap kegiatan beruntun yaitu: penyajian materi, kerja kelompok, kegiatan kelompok, permainan tim, evaluasi dan penghargaan kelompok.
a.         Penyajian Materi
Kegiatan pembelajaran model TGT dimulai dengan penyajian material pelajaran yang ditekankan pada hal-hal sebagai berikut:
1.    Pendahuluan
Menekankan pada apa yang akan dipelajari siswa dalam kelompok dan menginformasikan mengapa hal itu penting. Informasi tersebut ditujukan untuk memotivasi rasa ingin tahu siswa tentang konsep-konsep yang mereka pelajari.
2.    Pengembangan
§   Mengembangkan materi pembelajaran sesuai dengan apa yang akan dipelajari dalam kelompok.
§   Pembelajaran kooperatif menekankan bahwa belajar adalah memahami makna dan bukan menghafal.
§   Sering mengontrol pemahaman siswa dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan.
§   Memberikan penjelasan mengapa jawaban dari pertanyaan itu benar atau salah.
§   Beralih pada konsep lain, jika siswa sudah memahami masalahnya (Robert, 1998)
3.    Latihan Terbimbing
a.         Menyuruh siswa mengerjakan soal-soal atau memberikan jawaban-jawaban dari pertanyaan yang akan diberikan.
b.         Memanggil siswa secara acak untuk menjawab atau menyelesaikan soal supaya mempersiapkan diri sebaik-baiknya.
c.         Pemberian tugas tidak boleh menyita waktu terlalu lama dan langsung diberikan umpan balik (Robert, 1998)
b.         Kegiatan Kelompok
                 Kegiatan kelompok, guru membagikan LKS kepada setiap kelompok sebagai bahan yang akan dipelajari siswa. Di samping untuk mempelajari konsep-konsep materi pelajaran LKS juga digunakan untuk melatih keterampilan dalam pembelajaran kooperatif terhadap siswa. Dalam kerja kelompok, setiap siswa mengerjakan tugas secara mandiri dan selanjutnya saling mencocokkan jawaban dengan teman sekelompok siswa masing-masing. Jika ada seseorang anggota yang belum memahami, maka teman-teman sekelompoknya bertanggung jawab untuk menjelaskan. Jika ada pertanyaan sebaiknya menyatakan kepada semua anggota kelompok terlebih dahulu sebelum menanyakan kepada guru. Dalam kegiatan guru yang memonitor kegiatan masing-masing kelompok dan terlibat jika diperlukan. Sebelum memulai belajar dalam kelompok hendaknya guru menetapkan kelompok dalam kooperatif berikut ini:
1.        Siswa mempunyai tanggung jawab untuk memastikan teman kelompoknya telah mempelajari pelajaran.
2.        Tidak seorangpun siswa selesai belajar sebelum anggota kelompok menguasai materi pelajaran.
3.        Meminta bantuan pada teman satu kelompok sebelum meminta bantuan guru dan dalam satu kelompok harus saling berbicara sopan.
c.         Permainan Teams
Setelah diadakan kegiatan kelompok dan siswa sudah belajar dengan tuntas, maka kegiatan selanjutnya adalah permainan tim untuk memperoleh tambahan poin skor tim. Masing-masing siswa memainkan permainan dengan anggota tim lain, permainan ini dilakukan dalam tahap berikut:
1.        Tiap-tiap kelompok memilih perwakilan kelompok yang dianggap memiliki kemampuan yang lebih.
2.        Tiap-tiap wakil kelompok menempati meja turnamen yang telah disediakan.
3.        Tiap-tiap siswa dari wakil kelompok yang diberi angka dan berusaha untuk menjawab pertanyaan tersebut.
4.        Skor yang diperoleh siswa ini merupakan skor kelompok.
d.        Evaluasi
Masing-masing siklus disediakan evaluasi yang dilaksanakan selama 45 menit dengan jumlah soal 5 nomor Essay. Evaluasi dikerjakan secara mandiri dan siswa harus menunjukkan apa yang telah dipelajari secara individu selama bekerja dalam kelompok. Hasil evaluasi digunakan sebagai hasil perkembangan individu.
e.         Penghargaan Kelompok
Dalam memberikan penghargaan terhadap prestasi kelompok terdapat tiga tingkatan penghargaan:
1.        Kelompok baik (good teams)
2.        Kelompok hebat (great teams)
3.        Kelompok super (super teams)

B.     LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN TGT

Secara runtut implementasi TGT terdiri dari empat komponen utama, antara lain :
1.         Presentasi guru
2.         Kelompok belajar
3.         Turnamen
4.         Pengenalan kelompok.
a)      Guru menyiapkan
·         Kartu soal
·         Lembar kerja siswa
·         Alat/bahan
b)      Siswa dibagi atas beberapa kelompok
c)      Guru mengarahkan aturan permainannya
Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut. Siswa ditempatkan dalam tim belajar beranggotakan empat orang yang merupakan campuran menurut tingkat prestasi, jenis kelamin, dan suku. Guru menyiapkan pelajaran dan kemudian siswa bekerja di dalam tim mereka untuk memastikan bahwa seluruh anggota tim kelas menguasai pelajaran tersebut. Akhirnya, seluruh siswa dikenai kuis, pada waktu kuis ini mereka tidak dapat saling membantu.

C.     ATURAN (SKENARIO) PERMAINAN

Dalam suatu permainan terdiri dari dua kelompok pembaca, kelompok penantang I, kelompok penantang II, dan seterusnya sejumlah kelompok yang ada. Kelompok pembaca, bertugas
1.         Ambil kartu bernomor dan cari pertanyaan pada lembar permaian
2.         Baca pertanyaan keras-keras
3.         Beri jawaban
Kelompok penantang I bertugas  menyetujui pembaca atau member jawaban yang berbeda. Sedangkan kelompok penantang II bertugas
a.         Menyetujui pembaca atau memberi  jawaban yang berbeda.
b.         Cek lembar jawaban

D.    KELEBIHAN DAN KEKURANGAN TEAMS GAMES TOURNAMENTS (TGT)

Kelebihan TGT diantaranya adalah :
1.         Siswa lebih temotivasi untuk belajar agar dapat memberikan dan menciptakan suasana belajar yang menyenangkan
2.         Meningkatkan interaksi siswa secara aktif dan melibatkan segenap kemampuan yang dimiliki siswa
3.         Menuntut rasa tanggung jawab siswa untuk berbuat terbaik bagi kelompoknya
4.         Meningkatkan prestasi belajar siswa.
Kekurangan TGT adalah kurang efisien terhadap waktu yang ada karena membutuhkan waktu yang lama dalam persiapan turnamennya.




[1] Etin solehatin dan raharjo, cooperative learning, h. 20

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar